jakartans.id – Di tengah gempuran kuliner kekinian, nasi tutug oncom tetap bertahta sebagai raja sarapan Sunda. Satu suapan saja langsung membawa kita ke teras rumah panggung, ditemani embun pagi dan suara ayam berkokok. Hidangan ini bukan sekadar nasi campur oncom – ia adalah simfoni rasa antara nasi pulen, oncom gurih, dan rempah yang menari di lidah. Mari kita telusuri keajaiban nasi tutug oncom, dari asal-usul hingga resep rahasia yang bikin ketagihan!
Apa Itu Nasi Tutug Oncom?
“Tutug” dalam bahasa Sunda artinya menumbuk atau mencampur. Jadi, nasi tutug oncom adalah nasi hangat yang ditumbuk rata bersama oncom goreng hingga tercampur sempurna. Hasilnya? Nasi berwarna kemerahan, beraroma khas oncom, dan tekstur yang lembut tapi tetap ada “gigitan” oncom.
Hidangan ini lahir di Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat, sebagai makanan rakyat yang praktis: nasi sisa semalam dicampur oncom, ditumbuk di cobek, lalu disajikan dengan lauk sederhana. Kini, ia jadi menu wajib di rumah makan Sunda, dari warung pinggir sawah hingga restoran bintang lima.
Mengapa Nasi Tutug Oncom Begitu Istimewa?
| Elemen |
Keunikan |
| Aroma |
Oncom yang disangrai menghasilkan wangi smoky seperti BBQ alami |
| Rasa |
Gurih oncom + manis nasi + pedas bumbu = umami Sunda |
| Tekstur |
Nasi pulen menyatu dengan oncom renyah, tidak lembek |
| Harga |
Rp 10.000 – Rp 25.000 per porsi (tergantung lauk) |
“Makan nasi tutug oncom itu kayak dipeluk nenek pagi-pagi.” – Bu Neneng, penjual NTO legendaris di Garut
Resep Nasi Tutug Oncom Autentik (untuk 3–4 Porsi)
Bahan Utama:
- 500 gr nasi putih (lebih enak pakai nasi sisa semalam, tekstur lebih kering)
- 2 papan oncom (400 gr), potong dadu
- 3 sdm minyak goreng
Bumbu Halus:
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 5 buah cabai merah keriting
- 3 buah cabai rawit (sesuai selera)
- 1 ruas kencur (2 cm)
- 1 sdt terasi bakar (opsional, tapi bikin nendang)
- 1 sdt garam
- ½ sdt gula pasir
Pelengkap (Lauk Pendamping):
- Ikan asin jambal/peda goreng
- Telur ceplok mata sapi
- Lalapan (timun, kemangi, kolplay)
- Sambal dadak
Cara Membuat Langkah demi Langkah
- Sangrai Oncom Panaskan wajan anti lengket (tanpa minyak). Masukkan potongan oncom, sangrai sambil diaduk hingga kering dan berwarna kecokelatan (±7 menit). Angkat, sisihkan.
- Tumis Bumbu Panaskan 3 sdm minyak. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang (tidak langu). Masukkan oncom sangrai, aduk rata. Tambah garam dan gula. Koreksi rasa.
- Tutug (Tumbuk) Nasi Masukkan nasi hangat ke dalam cobek besar. Tuang campuran oncom tumis di atasnya. Tumbuk perlahan dengan ulekan kayu (bukan diulek halus seperti sambal) – cukup sampai nasi dan oncom menyatu, tapi masih terlihat butiran oncom.
- Sajikan Panas Cetak di piring, tata lauk di samping. Taburi bawang goreng. Sajikan segera agar aroma oncom tidak hilang.
Tips Anti Gagal:
- Gunakan cobek tanah liat untuk aroma tradisional.
- Jangan pakai blender – tekstur harus kasar, bukan pasta.
- Oncom jangan dicuci; cukup dibersihkan dengan tisu basah agar tidak berbau.
Variasi Kreatif Nasi Tutug Oncom
| Versi |
Tambahan |
Cocok Untuk |
| NTO Lezat |
Tambah daun jeruk purut saat menumis |
Pecinta aroma citrus |
| NTO Kekinian |
Campur keju parut + oregano |
Anak muda |
| NTO Sehat |
Ganti nasi putih dengan nasi merah |
Diet rendah GI |
| NTO Pedas |
Tambah cabai rawit utuh + bon cabe |
Pecinta level 10 |
Tempat Legendaris Menikmati Nasi Tutug Oncom
- Nasi Tutug Oncom Mang Oyot – Garut Jl. Ciledug, sejak 1980-an. Porsi jumbo + ikan asin peda.
- Nasi Tutug Oncom Bu Neti – Tasikmalaya Pasar Cikurubuk. Buka jam 6 pagi, habis sebelum jam 10!
- Saung NTO Cihampelas – Bandung Versi modern dengan view sawah + live musik gambang kromong.
Manfaat Gizi yang Tak Terduga
- Oncom: Kaya protein nabati (18 gr/100 gr), vitamin B12, dan probiotik.
- Kencur & Terasi: Anti inflamasi + meningkatkan nafsu makan.
- Total Kalori: ±450 kkal/porsi (dengan telur & ikan asin) – cukup untuk sarapan energik.
Nasi tutug oncom bukan sekadar makanan – ia adalah warisan emosional. Setiap butir nasi yang bercampur oncom membawa cerita: cerita ibu yang bangun subuh, cerita pasar pagi yang ramai, cerita keluarga yang makan bersama di tikar anyaman.
Tinggalkan Balasan