Site icon Jakartans.id

Orienteering, Olahraga yang Bikin Kamu Jago Baca Peta dan Tak Pernah Tersesat Lagi

jakartans.id – Bayangkan kamu ditinggal sendirian di tengah hutan seluas ratusan hektar, tanpa sinyal HP, hanya diberi peta aneh dan kompas kecil. Tugasmu: temukan 15 titik tersembunyi secepat mungkin, lalu pulang sebelum gelap. Bukan survival horror, ini namanya Orienteering — olahraga yang menggabungkan lari, navigasi, dan kecerdasan otak, sekaligus jadi alasan terbaik untuk kabur ke alam tiap akhir pekan.

Apa Itu Orienteering?

Orienteering adalah “balap lari sambil baca peta”. Kamu diberi peta topografi khusus (skala 1:10.000 atau 1:15.000) yang sangat detail: setiap pohon besar, batu, parit kecil, bahkan perubahan kemiringan tanah ada simbolnya. Di peta itu ada lingkaran-lingkaran merah (control points). Tugasmu: kunjungi semua titik itu sesuai urutan, cap tanda elektronik di marker (biasanya prisma oranye-putih), lalu finish secepat mungkin.

Yang menang bukan yang paling cepat lari, tapi yang paling cerdas memilih rute.

Sejarah Singkat

Jenis-Jenis Orienteering yang Bikin Ketagihan

  1. Foot-O → klasik, lari kaki di hutan/gunung
  2. Sprint-O → di kampus atau kota, super cepat (12–15 menit)
  3. MTB-O → pakai sepeda gunung
  4. Trail-O → untuk difabel, fokus navigasi tanpa lari
  5. Night-O → pakai headlamp, level kesulitan naik 300%
  6. Rogaining → tim 2–5 orang, 6–24 jam non-stop (gila tapi seru)

Kenapa Orang Jatuh Cinta?

Pengalaman Pertama Saya (Biar Kamu Tahu Rasanya)

Lokasi: Hutan Pinus, Lembang, 2023 Peta di tangan, kompas di leher, start jam 09.00. Control 1–3 masih gampang. Control 4? Hilang total. Saya muter 25 menit di semak belukar, keringetan, hampir menangis. Akhirnya ketemu… ternyata cuma 30 meter dari jalur yang benar. Finish setelah 2 jam 14 menit (ranking 38 dari 45 peserta). Tapi malamnya saya langsung daftar event berikutnya. Itu namanya “orienteering virus”.

Peralatan yang Wajib (Murah Kok!)

Total investasi pemula: < Rp 1 juta.

Tempat Main Orienteering di Indonesia

Event rutin tiap bulan, cek Instagram @orienteering.indonesia atau @fpoi_official

Tips Buat Pemula

  1. Jangan lari dulu. Jalan cepat sambil baca peta.
  2. Selalu arahkan kompas ke utara tiap 30 detik.
  3. Pelajari 10 simbol peta dasar (kontur, vegetasi, air, batu).
  4. Ikut “newbie course” yang selalu ada di tiap event.
  5. Kalau tersesat, STOP → lihat peta lagi → cari “handrail” (jalur besar seperti sungai/jalan setapak).

Orienteering itu bukan cuma olahraga. Ini cara paling menyenangkan untuk melatih otak, tubuh, dan nyali sekaligus. Dan percayalah, setelah kamu berhasil menemukan control ke-10 di tengah hutan tanpa bantuan Google Maps,

Exit mobile version